Tujuh Film Horor Paling Laris Sebelum Danur


Danur menjadi fenomena baru dalam industri perfilman Indonesia, khususnya genre horor. Pada hari Selasa (10/4/2017), film ini sudah berhasil meraih 1,8 juta penonton. Angka itu diraih hanya dalam waktu 11 hari. Karya sutradara Awi Suryadi ini pun menjadi film horor terlaris sepanjang masa di negeri ini.

Sejauh catatan FilmIndonesia.or.id, sepanjang satu dekade terakhir (2007-2017) ada beberapa film horor yang terbilang laris. Yang menarik, sebelum Danur, sejak 2010 hanya dua film horor yang mampu menembus lebih dari 500 ribu penonton. Film itu adalah Arwah Goyang Karawang (2011) dan Pocong Rumah Angker (2010).

Artinya, daftar film horor terlaris didominasi oleh periode 2007-2009. Apakah Danur akan bikin tren horor kembali meruak dalam dunia perfilman lokal?

Inilah tujuh film horor terlaris sebelum Danur, dalam periode 2007-2017.

1. Tali Pocong Perawan (2008), 1.082.081 penonton
Rakyat Indonesia masih lekat dengan budaya mistis. Bagi para penganut ilmu hitam, tali pocong yang membungkus jenazah bisa jadi jimat. Terutama tali milik jenazah perawan, yang dianggap masih bersih dan suci.

Tak heran kisah berbau klenik ini lalu diangkat dalam Tali Pocong Perawan. Film yang digarap sutradara Arie Azis ini dibintangi oleh Ramon Y. Tungka, Ibnu Jamil, dan Dewi Persik.

Alkisah seorang pria introvert bernama Nino (Ramon) naksir Virnie (Dewi), pacar Aldo (Ibnu), padahal Aldo adiknya sendiri. Untuk mendapatkan hati Virnie, Nino memakai jimat gaib berupa tali pocong perawan. Malangnya, Nino gagal dan malah diburu pocong.

2. Air Terjun Pengantin (2009), 1.060.058 penonton
Tak seperti film horor lain dalam daftar ini, Air Terjun Pengantin lebih ke arah thriller. Lebih tepatnya jagal (slasher). Namun ada kesamaan: film garapan Rizal Mantovani ini juga mengeksploitasi keindahan tubuh pemeran wanitanya yaitu Tamara Bleszynski, Tyas Mirasih, dan Jenny Cortez.

Tiara (Tamara) adalah mantan atlit wushu yang trauma setelah kecelakaan. Untuk menghibur diri, ia dan Lilo (Kieran Sidhu) mengajak teman-temannya berlibur ke pulau yang sepi. Ternyata, di pulau itu ada seorang pembunuh.

Film ini menandakan kembalinya Tamara ke blantika dunia hiburan setelah sekian lama absen.

3. Terowongan Casablanca (2007), 949.878 penonton
Konon, saat melewati terowongan Casablanca di bilangan Kuningan, Jakarta, Anda harus membunyikan klakson tiga kali. Itu sebagai tanda permisi kepada "penghuni" terowongan tersebut. Legenda urban itu diangkat oleh Indika Entertainment sebagai plot film Terowongan Casablanca yang disutradarai Nanang Istiabudi.

Arwah gentayangan di terowongan adalah Astari (Asha Shara), yang mati penasaran dibunuh pacarnya, Refa (Nino Fernandez). Astari dibunuh karena hamil dan Refa enggan bertanggung jawab. Astari kemudian beranak dalam kubur, lalu menjadi kuntilanak dan mulai balas dendam pada Refa.

4. Setan Budeg (2009), 871.062 penonton
Setan budeg adalah jenis hantu yang sering disalahkan kalau ada kecelakaan, terutama kecelakaan yang melibatkan kereta api. Orang yang tertabrak, biasanya tidak mendengar sirene atau bunyi kereta yang berisik.

Meski diangkat dari legenda urban, film ini digarap dengan unsur komedi. Lihat saja daftar komedian pengisinya: Eddi Brokoli, Rizky Mocil, dan Kiwil. Mereka ditemani oleh Dewi Persik, Saipul Jamil, Uli Auliani, dan Cynthiara Alona.

Tiga pemburu mayat (Eddi, Rizky, dan Hardi Fadilah) bertugas mengurusi mayat tanpa identitas di Jakarta. Suatu ketika, mayat seorang wanita yang ditabrak kereta mendadak hilang. Mereka ditugaskan atasannya (Kiwil) untuk mencari mayat tersebut, tapi ternyata merekalah yang diburu arwah sang mayat.
5. Hantu Ambulance (2008), 862.913 penonton
Hantu Ambulance adalah film terakhir Suzanna, ratu film horor Indonesia yang meninggal pada tahun yang sama saat film ini dirilis. Tapi kali ini ia tak berperan sebagai hantu. Ia menjadi nenek dari tokoh utama bernama Rano (Dimas Andrean).

Ibu Rano, Gina (Elvita Sambuaga) melakukan pesugihan, tapi sayangnya sekeluarganya tewas dibunuh makhluk gaib kecuali Rano. Neneknya merahasiakan ini dari Rano.

Beberapa tahun kemudian Rano dan teman-teman kuliahnya tinggal bersama di rumah kontrakan yang ternyata bekas rumah Rano. Rumah itu punya ambulans di tempat parkir. Kejadian-kejadian aneh pun dialami oleh Rano dan kawan-kawan.

6. Arwah Goyang Karawang (2011), 727.540 penonton
Seperti Suster Keramas, Arwah Goyang Karawang juga "terbantu" dengan kontroversi pertikaian dua bintangnya yakni Julia Perez dan Dewi Perssik. Meski ada juga yang menganggapnya hanya setting-an belaka, toh keduanya sempat masuk penjara di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Produser Shanker RS mengaku tak pakai sensasi untuk promo, tapi yang jelas dalam poster filmnya ada embel-embel "Termasuk Adegan Asli." Detik mencatat, bahkan ketika adegan itu diputar dalam bioskop ada keterangan "Scene perkelahian asli saat shooting."

7. Pionir horor lokal modern: Jelangkung (2001)
Aneh rasanya membahas film horor terlaris tanpa menyebut film besutan sutradara Rizal Mantovani dan Jose Poernomo ini. Jelangkung bisa dibilang merupakan tonggak awal kembalinya film horor Indonesia --bahkan film lokal secara keseluruhan-- pasca lesunya perfilman pada 1990-an akibat krisis ekonomi.

Jelangkung mengisahkan empat anak muda Jakarta (Winky Wiryawan, Melanie Ariyanto, Rony Dozer, dan Harry Panca) yang berburu hantu hingga ke desa Angkerbatu, Jawa Barat. Di desa yang angker persis namanya itu, mereka melakukan ritual Jelangkung. Tentu saja arwah pun muncul, dan mulai memburu keempat anak muda itu.

Cinemapoetica mencatat, Jelangkung meraih jumlah penonton 1,5 juta. Catatan itu tak bisa dipastikan, sebab FilmIndonesia.or.id tidak mencatat raihan film-film lokal pada periode sebelum 2007. Yang pasti, di Jabotabek film ini ditonton oleh 748.003 penonton.